Sabtu, 20 Desember 2008

Dekan CUP Fakultas Ekonomi UNIDA

Salah satu kegiatan rutin bidang olahraga yang dilaksanakan lembaga kemahasiswaan Fakultas Ekonomi UNIDA adalah menyelenggarakan Turnamen Bola Basket antar SLTA se Bogor-Sukabumi. Saya (berjaket biru) berfoto dengan para pemenang turnamen Basket , pada turnamenBasket tahun 2006. Sponsornya ....Enjoy Aja!!.

Liburan Ke PRJ - Kemayoran


Ini foto kenanganku dengan adindaku tersayang (baju kuningpaling kiri) yang telah menghadap Illahi pada bulan Juni 2007, karena penyakit kanker. Pada bulan Juni 2006, kami melakukan perjalanan ke PRJ setelah menjenguk keponakanku Reni yang sedang diopname setelah menjalani operasi jantung RS Jantung Harapan Kita (kalau nggak salah ya??) . Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Di PRJ, kami putar-putar arena, makan kerak telor, lihat stand-stand dan makan di KFC sebelum pulang. Yang tidak pernah lupa dari PRJ adalah mengunjungi stand yang menjual sosis, bakso dan nugget siap santap. Wuueenaaak tenan. Kami tidak bisa berlama-lama karena mbakku (baju batik biru) tidak bisa jalan terlalu lama. Akhirnya jam 19.00 malam kami pulang ke ciawi Bogor.

Potong Kue Ultah Fathia ke 1 tahun di Ciawi Bogor

Fathia sedang merayakan hari kelahirannya yang ke 1 tahun, tanggal 16-06-2006. Sambil menangis bahagia, thia memotong kue didampingi oleh yayang (baju pink anak bibi yang ngurusin rumah), ayah, mama, mbak Inna dan mbak Nisa. Chelamat Ultah ya nak, Cemoga panjang umur ya chayank, tambah pinter, semoga menjadi anak yang sholehah dan bermanfaat bagi keluarga dan bangsa.

Rabu, 10 Desember 2008

Fotoku pakai kacamata guedhee punya mbak Nisa..... Keren kan ......
Hari yang membahagiakan itu akhirnya datang juga, saya, Kak Ida dan Omak (begitu aku biasa memanggil ibu mertuaku tercinta) diberi kesempatan menghadiri wisuda S3 suamiku tercinta. Syukur Alhamdulillah, Allah memudahkan jalan suamiku menempuh studi S3nya sampai selesai.

Senin, 08 Desember 2008

Minggu, 30 November 2008

Pengalaman Wisata ke Padang

Tiga hari menjelang lebaran tahun 2008 kemarin, kami sekeluarga berkesempatan berkunjung ke kota Padang. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Pantai Air Manis (?? kalau gak salah namanya itu) , tempat di mana Malin Kundang dikutuk oleh ibundanya menjadi "batu". Saat itu, pengunjung pantai tidak begitu ramai, hanya ada beberapa mobil (kurang lebih 6 mobil) yang parkir di lokasi pantai. Konon kabarnya "kesepian pantai" disebabkan banyak orang masih trauma mengunjungi pantai, karena kejadian Tsunami di Aceh tempo hari. Kami sebenarnya juga agak takut sih tapi kami pasrah. Kami yakin Allah pasti melindungi kami bila ada bencana. Kami napak tilas kebangkai kapal "Malin Kundang", yang berupa batu dan tali kapal. Setelah foto-foto, saya berkunjung ke kios-kios yang ada di sekitar pantai, dan membeli beberapa cinderamata. Setelah puas di Pantai Manis, kamipun melanjutkan perjalanan ke tempat lain. Tempat ke dua yang kami kunjungi adalah Universitas Bung Hatta. Disana kami bertemu dengan salah satu dosen Universitas Bung Hatta, yang kebetulan teman suami saya. Kami sholat dulu di mesjid kampus, baru keliling-keliling kampus. Karena anak bungsu saya rewel, akhirnya cuma suami yang keliling kampus. Kampus disini termasuk luas, tetapi karena hari libur, suasana jadi sepi. Padahal jumlah mahasiswanya sekitar 8.000 orang (dulunya 13.000 orang". Wow.... .... ) Setelah diskusi dan studi banding singkat, kamipun berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi. Sampai di Bukittinggi sekitar jam 5 sore, kami langsung cari penginapan dan Alhamdulillah dapat hotel pas di tengah kota dekat jam Gadang, yaitu hotel "Embun Sari". Setelah check in, kami sekeluarga JJS (jalan-jalan sore) ke Menara jam Gadang. Suasana sangat ramai, karena menjelang buka puasa. Banyak pedagang yang menawarkan mainan untuk anak2. Pas waktunya buka puasa, kami berburu makan di restoran Padang di dekat Jam Gadang. Ternyata disana sudah penuh sesak orang yang bertujuan sama ... buka puasa. Kami akhirnya mencari restoran Padang yang lain, dan ternyata kondisinya juga tidak jauh berbeda. Tapi atas pertolongan Allah SWT, kami dapat tempat duduk di restoran itu, meskipun meja itu sebesarnya untuk tempat aneka minuman. Salah satu petugasnya mungkin kasian sama kami yang sudah kelaparan, sehingga dengan terpaksa mengijinkan kami duduk di situ. Pagi harinya kami sekeluarga (saya, suami, dan ke tiga putriku) naik delman mengelilingi sebagian kecil kota Bukittinggi. Suasana belum begitu ramai. Kami turun di Kebon Binatang, karena anak bungsunya ingin lihat binatang dan kebetulan suamiku senang mengajak anak-anaknya untuk berkunjung ke tempat-tempat yang punya nilai sejarah. Karena di dalam kebon binatang itu terdapat jembatan Forth de Kock (?? payah namanya lupa ) dan meriam tinggalan Belanda. Kami juga masuk ke Musium yang ada di dalam kebun binatang dan anak-anak berkesempatan menyewa baju Minang. Akhirnya anak-anak punya kenang-kenangan foto dengan baju Minang termasuk si bungsu, yang untuk memakainya kami perlu kerja keras untuk merayunya. Karena meskipun "sunting" yang dikenakan tidak berat (aslinya berat, yang dipakai Fathia tiruannya), anakku merasa tidak nyaman, gatal-gatal, akhirnya ....nangis-nangis. Tapi Alhamdulillah sesi foto dengan baju Minang sukses dilaksanakan.