Senin, 05 Januari 2009

KODAI "mAK iTam"

Hari Senin merupakan hari pasar bagi masyarakat Cerenti, hari-hari lainnya hari apa dong?? (nggaktahu juga aku!). Hari pasar disambut dengan sukacita, karenanya mulai pagi-pagi buta (opo maneh iki) orang-orang berbondong-bondong pergi ke pasar. Pada hari tersebut suasana pasar riuh rendah, semua barang hampir tersedia di pasar, kecuali mobil. Kami juga menyambut hari pasar dengan gembira, karena kami bisa menikmati ramainya pasar tradisional di daerah tersebut, di samping tentu saja anak-anak yang berbinar-binar karena mereka bisa belanja sejenak, terutama makan sate padang. Maklum di Sana cari hiburan sangat sulit. Jadi hari pasar merupakan hiburan juga. Kami mampir ke kodai mak Itam (anak-anakku biasa memanggil kakak perempuan ayahnya) untuk lihat-lihat baju, kebetulan beliau jualan baju. Iseng-iseng saya dan Nisa bergaya diantara boneka pajangan tempat mak itam menawarkan aneka jilbab. Ini nih orang-orang yang lagi stress??? kayak nggak ada kerjaan aja, Tapi ya beginilah adanya......... Memang untuk menghilangkan stress. sambil teriak-teriak .......
"Sayang istri...sayang anak..... beli jilbab berhadiah Handphone
???????" Mau.......mau.........

Kamis, 01 Januari 2009

Pantai Ancol

Angin di pantai Ancol begitu kencangnya, membuat kami anak beranak merasa kedinginan. Gambar ini diambil waktu kami sekeluarga piknik ke pantai Ancol, kalau nggak salah tahun 2006. Kebetulan kami sekeluarga dapat Freepast untuk masuk ke Ancol, jadi kami gunakan freepast tersebut sesuai amanat yang memberi. Sehari sebelumya kami menginap di hotel Campaka Putih, kayak orang-orang kaya tuh.... Pesen satu kamar, tapi yang numpang tidur banyakan, maklum cari yang efisien.... tapi nampung orang se RT.



Rabu, 31 Desember 2008

Anak dan cucuku

Hari Raya Idul Fitri merupakan momen yang indah bagi keluarga muslim untuk saling bersilaturahmi. Sama seperti keluarga kami. Anakku (baju biru, biasa dipanggil Acik Thia...... meskipun dia yang paling kecil diantara 4 bidadari tersebut) berjumpa dengan keponakan-keponakannya. Dari kiri ke kanan: dila (cucu), thia (anak), Icha (cucu) dan satu lagi anak keponakan (maaf lupa namanya..... cucu juga) kangen-kangenan di ruang tamu Rumah Mak Cik Latifa.

Sebelum ketemu dengan keponakan-keponakannya, Thia mandi dulu biar segar. Karena air di rumah terbatas, kami terpaksa mengajak anak2 mandi di sungai Kuantan..... tidak jauh dari rumah ino. Thia sih sueneng buanget, karena dia bisa main pasir dan main air. Sampai-sampai perlu trik khusus untuk mengajaknya pulang karena sudah terlalu lama berendam di sungai.

Tahun Baru

Alhamdulillah.... Allah SWT masih memberi kesempatan bagi keluarga kami untuk menyongsong tahun baru Hijriah 1430 yang berdekatan dengan tahun baru Masehi 2009. Banyak kejadian yang kita alami tahun lalu , baik kejadian menggembirakan maupun menyedihkan. Kita jadikan masa lalu sebagai bahan untuk intropeksi diri agar ke depan menjadi lebih baik. Saya berharap tahun depan, keluarga kami (dan bangsa ini serta umat muslim sedunia) diberi kesehatan, dapat menjadi keluarga yang lebih sakinah ( emangnya sekarang sudah sakinah??? auk ah!), yang mampu meningkatkan kadar keimanan dan ketakwaan, yang mampu mengarahkan buah hati titipan Illahi ini dengan lebih baik dan lebih berkualitas. Satu yang pasti, menghadapi tahun 2009 di mana krisis global masih aja mengumbar auranya di mana-mana, kita mau tidak mau harus mengencangkan ikat pinggang. Belanja seperlunya (itu yang selalu dikatakan bapakne bocah-bocah, bukan karena menghadapi krisis tapi memang yang dipakai buat belanja amat langka alias kagak ada) . Kita mendoakan semoga bangsa ini untuk tetap tegar menghadapi kondisi perekonomian yang sedang limbung....... Kita berdayakan pasar domestik, yang mencapai ratusan juta penduduk untuk melindungi bangsa ini dari kelesuan ekonomi dunia. Jangan putus asa, ayo maju....maju.....ayo maju...maju ...ayo maju...maju (seperti akhir lagu
Maju Tak Gentar itu lho)

Aneka Gaya Fathia

Sepertinya, Fathia mau nangis tapi gak keluar airmata. Ni anak keras buanget kelakuannya, jadi pengasuhnya ya musti sabar .....bar.....bar
Lagi ngantuk nih, minta kopi dong, biar mata Thia melek. E....E...E.... kok diberi enteh.... enteh tawar lagi, gimana bisa ngilangin ngantuk?? Warung makan segedhe ini...kok susah buanget minta kopi.... ya udah tidur aja terus........

Yang ini gaya apa ya??? Thia heppy banget kalau diajak ke Time Zone dan bisa mandi bola. Ini kalau nggak salah di tempat mainan "Mall Ciputra" Pekan Baru-Riau Oktober 2008.

Sabtu, 27 Desember 2008

Bonceng sepeda kumbang di Madiun

Desember 2006, thia, mama dan mbak-mbaknya pergi ke Madiun untuk liburan sekalian nengoktante (adik mama) yang sedang sakit. Kami datang untuk memberi semangat, agar tante tabah menghadapi cobaanNya. Kebetulan si om (suami tante) sedang naik haji. Kami sekitar 5 hari di sana, menginap di Jl Cokrobasonto, Josenan, Madiun. Tante sangat happy, karena Mama aku (kakaknya tante) bisa menemaninya. Mama sangat sedih terhadap apa yang menimpa tante. Tapi karena ini jalan Allah, kami berusaha tabah, ikhlas dan selalu berdoa semoga tante diberi kesembuhan. Waktu di rumah tante, setiap pagi aku, mama dan mbak Inna pergi naik sepeda kumbang ke liling kampung untuk mencari udara segar dan sekaligus mencari nasi pecel (kesukaan orang Madiun). Udara sangat segar, karena jarang sekali kendaraan bermotor. Kebanyakan orang-orang disini naik sepeda terutama anak sekolah. Setelah puas keliling dengan sepeda, kami pulang dengan membawa bungkusan nasi pecel. Habis itu, kami sarapan dengan lahapnya... nyem....nyemmm.... wenak tenannnnn.

Jumat, 26 Desember 2008

Pengalaman kami naik "kompang" di Cerenti menuju Pulau Jambu


Setiap berkunjung ke kampung suamiku, Cerenti di Riau, kami sekeluarga selalu menyempatkan naik "Kompang", sejenis perahu rakit yang digerakkan oleh manusia dengan bantuan arus air di sungai Kuantan (sesuai dengan nama kecamatannya yaitu Kuantan Singingi) menuju ke Pulau Jambu. Perjalanan dari desa Kampung baru ke Pulau Jambu sekitar 15 menit. Di Pulau Jambu, biasanya saya mencuci baju dan main air sama anak-anak. Apalagi anak-anak....... seperti itik ketemu air...... byur....byur..... basah deh. Meskipun airnya tidak begitu jernih tapi ke Pulau Jambu merupakan salah satu hiburan yang ada di kampung tersebut, maklum dari kota Pekanbaruke cerenti jaraknya dapat ditempuh sekitar 5-6 jam. Kalau lama-lama di sana, anak-anak boring juga. Selain nyebrang ke Pulau Jambu, hari Senin merupakan hari yang ditunggu-tunggu masyarakat Cerenti, karena hari itu hari "Pasar". Semua warga tumplek blek di pasar, sehingga pasar sangat ramai. Semua warga bisa "mejeng" dan cuci mata. ...... Kenapa nggak pakai boorwater ya???